I made this widget at MyFlashFetish.com.

Selasa, 15 Februari 2011

Mastery Learning - Sudah Efektifkah dalam kelas?

Semakin hari semakin banyak teknologi dan metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru pada murid-muridnya karena anak-anak juga semakin berkembang pengetahuannya seiring waktu berlalu. Salah satu perencanaan yang dilakukan oleh guru pada para muridnya adalah instruksi langsung. Instruksi langsung (direct instruction) adalah pendekatan teacher-centered yeng terstruktur yang dicirikan oleh arahan dan control guru, ekspektasi guru yang tinggi atas kemajuan murid, maksimalisasi waktu yang dihabiskan murid untuk tugas-tugas akademik, dan usaha oleh guru untuk meminimalkan pengaruh negative terhadap murid (Joyce & Weil, 1996). Strategi instruksional teacher-centered yang ingin saya bahas adalah mastery learning.
Mastery larning adalah pembelajaran satu konsep atau topic secara menyeluruh sebelum pindah ke topic yang lebih sulit. Apakah mastery learning ini benar-benar bisa diterapkan secara efisien?
Pendidikan khususnya di Indonesia rata-rata sudah mengelompokkan siswa berdasarkan dengan kemampuannya masing-masing. Murid pintar bersama sesamanya, begitu juga yang lainnya. Namun kita tahu di kelas pintar pun ada yang namanya terbodoh di antara yang terpintar. Jadi bagaimana system mastery learning menyelesaikan tugasnya dengan baik jika memang system ini yang diterapkan oleh gurunya? Yang biasa diterapkan adalah 2x45 menit pertemuan per minggu. Apakah itu cukup mengingat tidak semua murid-murid itu bisa lulus dalam satu topic dalam waktu yang telah direncanakan?
Hasil dari mastery learning tegantung dari keahlian guru dalam merencanakan dan melaksanakan strateginya. Salah satu konteks dimana mastery learning bisa bermanfaat adalah dalam pelajaran remedial reading (Schunk, 2000).
Mengingat ada standar yang digunakan ketika ujian untuk evaluasi penguasaan murid terhadap suatu topic, berarti setiap murid harus lulus sebagai bukti penguasaanya terhadap topic itu untuk dapat melanjut ke topic berikutnya. Bagaimana kalau ada yang tidak lulus? Jawaban sederhana: Remedial. Kalau terus-terusan tidak lulus dan remedial, bagaimana? Masih ada banyak murid lain yang ingin melanjutkan ke topic berikut. Tidak mungkin menunggu-nunggu yang tidak pasti. Beberapa periset menunjukkan bahwa mastery learning yang efektif seharusnya dapat meningkatkan waktu yang dihabiskan murid untuk mempelajari suatu tugas (Kulik, Kulik, & Bangert-Drowns, 1990). Kalau terjadi masalah di atas bukannya mempersingkat waktu tapi malah memperlambat dan yang menjadi korbannya adalah murid lain yang sudah lulus terlebih dahulu. Jadi ada baiknya setiap guru hanya membolehkan 1 kali remedial setiap kali gagal. Pada kegagalan selanjutnya mereka dinyatakan gagal.
Pendekatan pembelajaran penguasaan materi yang baik harus mengikuti prosedur sebagai berikut (Bloom, 1971; Carol, 1963):
• Menyebutkan tugas atau pelajaran. Kembangkan sasaran instruksional yang tepat. Buat standar penguasaan (misalnya standar murid kategori “A”.
• Bagilah pelajaran menjadi unit-unit pembelajaran yang berhubungan dengan sasaran instruksional.
• Rancanglah prosedur instruksional dengan memasukkan umpan balik korektif ke murid jika mereka gagal menguasai materi pada level yang dapat diterima, misalnya 90% benar. Umpan balik korektif bisa diberikan melalui materi pelengkap, tutoring, atau instruksi kelompok kecil.
• Beri tes pada akhir unit pelajaran dan akhir pelajaran untuk mengevaluasi apakah murid sudah menguasai semua materi pada level yang dapat diterima.

0 komentar:

Poskan Komentar