I made this widget at MyFlashFetish.com.

Selasa, 24 April 2012

Testimoni Pertemuan 23 April 2012


Kelas pedagogi yang diadakan pada 23 April 2012 sebenarnya dimaksudkan oleh pengampu untuk review hasil UTS dan memberikan remedial.  Memang sedikit mengganjal kedengaran untuk mahasiswa Psikologi USU karena biasanya yang mengadakan remedial hanya fakultas kedokteran. Namun pengampu mk Pedagogi menginginkan hasil maksimal dari ujian kami karena masih banyak jawaban melenceng yang sebenarnya bukan maksud dari pertanyaan. Beberapa menit berlalu kelas masih berlangsung seperti biasa. Hingga akhirnya pengampu keluar dari kelas karena kesalahan kami sendiri: tidak mau merespon setiap pertanyaan yang diajukan. Sebenarnya pengampu tidak keluar begitu saja. Beliau telah memperingatkan sebelumnya jika sekali lagi masih bertingkah seperti itu, ia akan keluar kelas. Tapi akhirnya beliau keluar kelas karena kami tetap diam tak merespon.
Kelas tadi memang benar-benar hening bagai tak berpenghuni. Ditanya sudah mengerti, diam. Ditanya ada pertanyaan, diam. Ditanya esensi soal, diam. Memang salah kami juga sebenarnya. Sudah menjadi tanggung jawab kami juga untuk diri kami sendiri. Kami harus mengungkapkan apa yang kami rasakan, kalau mengerti bilang mengerti, kalau tidak mengerti bilang tidak, kalau ditanya ya dijawab bukannya menunggu pengampu memberi tahu dari A-Z. padahal itu sangat tidak efisien. Misalnya sudah mengerti sampai P, gara-gara diam, pengampu mengira masih belum mengerti hingga beliau harus mengulang dari A atau mungkin terus melanjut materi padahal yang lain belum mengerti. Begitulah kira-kira perbandingannya. Masih untung beliau mau membuat kelas hanya untuk remedial/perbaikan nilai di tengah kesibukannya.
Tindakan yang beliau lakukan tidak salah. Saya mengerti maksud beliau melakukannya, yaitu agar kami lebih berpikir dewasa dan bertanggung jawab. Kami bukan anak-anak lagi yang harus diatur satu per satu. Jadi harus punya kesadaran sendiri terhadap hal-hal yang sebenarnya juga untuk kami hasilnya.
Jika dihubungkan dengan pedagogi, beliau telah melakukan apa yang seharusnya menjadi keewajibannya yaitu membangun keaktifan belajar, menata lingkungan edukatif, dan memotivasi belajar dengan melakukan tanya jawab mengenai esensi dari suatu hal seperti pertanyaan atau meminta kami menghubung-hubungkan segala fenomena pendidikan yang ada dengan teori agar kami tetap belajar sendiri tanpa beliau sibuk berceramah di depan kelas yang sebenarnya juga tidak efektif. Jadi bagian untuk mengingat-ingatkan kami untuk melakukan yang sebenarnya menjai tanggung jawab kami bukan tugas beliau lagi, sehingga wajar kalau beliau keluar dari kelas.

0 komentar:

Poskan Komentar